Uncategorized

Napoleon Hill – Penulis Motivasi Bisnis dan Penasihat Presiden Franklin D. Roosevelt 1933 – 1936.

Napoleon hill lahir dari keluarga yang miskin dan buta huruf. Saat ia kecil Ibunya meninggal dan ayahnya menikah dengan seorang perempuan terdidik yang mendongkrak keadaan keluarganya. Ibu tirinya menyuruh ayah Napoleon untuk kuliah di Sekolah Kedokteran Gigi saat usianya menginjak empat puluh tahun. Ibu tirinya menjadi kekuatan Napoleon untuk bangkit. Penanaman pemikiran sederhana yang diajarkan berhasil membuat Napoleon bangkit. Dia menanamkan pemikiran bahwa “Jika orang berpikir dia bisa mencapainya, dia akan bisa mencapainya”. Pengaruh lain yang didapat dari sosok ibu tirinya yaitu ia bisa mengetahui dan mengumpulkan pengetahuan dari Alexander Graham Bell dan Andrew Carnegie, yang memberikan pengaruh kepada Napoleon untuk bisa melanjutkan penelitian dan juga memberikan banyak data penting untuk menemukan filosofi hukum kesuksesan.

Suatu ketika Napoleon di tugaskan untuk menuliskan kisah – kisah sukses para pemimpin bisnis ternama bagi majalahnya. Pertama ia menemui Andrew Carnegie. Napolen menghabiskan waktu 3 hari 3 malam untuk mewawancarai Andrew Carnegie. Dalam wawancara tersebut, Andrew Carnegie memberikan tantangan kepada Napoleon. Napoleon memerlukan waktu 29 detik untuk menjawabnya. “Bagus”, sahut Carnigie sembar menyimpan jam tangan emas ke sakunya kembali. “Padalah tadinya saya bermaksud memberikan jam ini pada anda jika anda mampu menjawab dalam waktu 60 detik”. Dari peristiwa ini muncul suatu keyakinan pada diri Napoleon, bahwa : “Orang sukses mengambil keputusan secara cepat dan mengubahnya pelan – pelan. Sedangkan orang gagal lambat mengambil keputusan namun seringkali mengubahnya”.

Perjalanan hidup yang dilalui Napoleon, membuatnya memiliki tujuh belas prinsip hukum kesuksesan, yaitu master pikiran, pentingnya mempunyai tujuan pasti, kepercayaan diri, kebiasaan menabung, punya inisiatif dan berjiwa pemimpin, imajinasi, antusiasme, pengendalian diri, melakukan lebih dari yang diminta, kepribadian yang menyenangkan, berpikir akurat, konsentrasi, kerjasama, menfaat kegagalan, toleransi, memanfaatkan aturan emas untuk memenangkan kerjasama dan kebiasaan sehat. (untuk lebih jelas memahami hal ini kalian bisa membacanya di buku The Magic Ladder to Success karya Napoleon Hill).

Dari sekian banyak prinsip hukum kesuksesan yang di tawarkan oleh Napoleon, bisa kita tarik satu kesimpulan bahwa membantu orang lain merupakan kunci utama meraih kesuksesan. Kita hidup di alam semesta saling membutuhkan satu sama lain. Saya membutuhkan mereka. Merekapun membutuhkan saya. Entah di belahan bumi bagian mana. Jadi, kita tidak bisa menyangkal bahwa kita membutuhkan orang lain.

Di era modern, persaingan semakin ketat dan bergerak begitu dinamis. Bahkan kerap terjadi persaingan yang tidak sehat, saling menipu, saling mengadu domba atau bahkan saling membunuh. Semua bukan menjadi hal tabu lagi bagi kita. Untuk menjadi pemenang, kita tidak perlu melakukan itu semua. Jangan mengambil jalan pintas. Jika hukum rimba masih berlaku, bukankah hukum karma juga masih berlaku sampai detik ini?. Hukum rimba yaitu “Siapa yang kuat adalah pemenang”, ia tidak peduli apapun cara yang dilakukan, entah saling menusuk, menipu atau bahkan membunuh yang pasti yang kuat adalah pemenang. Hukum karma yaitu “Apa yang kita lakukan kepada orang lain, suatu saat akan kembali kepada kita lagi”. Jika kita melakukan kejahatan, kita akan mendapatkan kejahatan yang sama atau bahkan lebih buruk lagi.

Jadilah orang sukses dengan cara yang baik. Tidak dengan merugikan orang lain. Meski orang lain tidak ada yang peduli, tetaplah menjadi pribadi yang baik. Bukankah batu sebesar dan sekeras apapun akan terkikis jika terus menerus di tetesi air?. Jadi, kalau ada orang lain sedang terpuruk dalam kesengsaraan kita harus menolongnya. Bantu mereka keluar dari permasalahan yang dihadapi. Sebab, dengan begitu kita akan semakin sukses. Jangan memandang remeh orang yang sedang mengalami kegagalan, berilah mereka dorongan. Kalian masih ingat tentang tokoh – tokoh ternama yang sukses, bukankah mereka pernah mengalami kegagalan. Teman, sebuah kegagalan bukan akhir dari kehidupan bisa saja itu merupakan awal kesuksesan. Begitu pula, jika kita sedang mengalami kegagalan. Jangan sok hebat, kalau ada yang mau memberi saran, dengarkan baik – baik. Mengapa kita diciptakan dengan satu mulut dan dua telinga? Itu karena Sang pencipta menginginkan kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Gunakanlah simbiosis mutualisme untuk meraih sebuah kesuksesan. Kita tidak hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain untuk maju. Jangan sombong dan pelit ketika sukses, dan jangan merasa hebat saat ada orang yang ingin membantu kita keluar dari jurang keputusasaan dan kegagalan.

Teman, jika kita tidak terlahir dari keluarga terpandang jangan tundukkan pandangan. Berdirilah dan berjalan dengan tegap. Buatlah pesona menakjubkan agar dunia memandang.

 

 

#Helptheproblem #Besmart #Keepfighting #Tokoh #Motivation

#NulisRandom2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s