Uncategorized

Hajar Aswad

Hajar Aswad sudah tidak asing untuk didengar setiap orang, baik muslim maupun non muslim. Hajar Aswad adalah sebuah batu besar berwarna hitam yang terletak di ka’bah. Setiap muslim yang pergi naik haji ingin selalu mencium Hajar Aswad seperti yang dilakukan Rasulullah. Bahkan Umar bin Khaththab ketika didepan Hajar Aswad berkata, ”Saya tahu engkau adalah batu. Andaikata aku tidak melihat Rasulullah menciummu, tentu aku tidak akan menciummu”. Ucapan Umar bin Khaththab tersebut menambah percayanya umat muslim bahwa mencium Hajar Aswad pada saat menunaikan ibadah haji adalah salah satu sunnah Rasul yang harus diikuti. Jika Hajar Aswad diartikan sebagai batu hitam seperti istilah yang berkembang saat ini, lalu apa keistimewaan Hajar Aswad? Bukankah kita juga sering menemukan batu hitam disekitar kita? Apakah batu hitam yang kita temui itu juga disebut Hajar Aswad?

Awal pembuatan Ka’bah pada masa Nabi Ibrahim, Hajar Aswad diturunkan ke bumi dengan warna putih bukan warna hitam seperti yang kita lihat sekarang. Jika kita mengartikan Hajar Aswad sebagai batu hitam, kita akan menganggap bahwa Hajar Aswad memilki banyak nama sebelumnya. Seperti pada saat pertama kali turun bisa saja Hajar Aswad bernama Hajar Abyad yang artinya batu putih. Kemudian masa berikutnya terjadi perubahan warna batu dan diikuti peruahan nama batu, begitu seterusnya. Namun sejak masa Nabi Ibrahim sampai masa Nabi Muhammad nama itu tidak berubah, Hajar Aswad. Maka penamaan Hajar Aswad bukan karena warna batu tersebut hitam. Adapun warna putih pada masa Nabi Ibrahim yang kemudian berubah sekarang batunya berwarna hitam itu disebabkan karena tingkah laku manusia atau karena banyak dosa yang telah diperbuat oleh manusia di bumi.

Kita telah mengetahui bahwa batu atau batuan di dunia terdiri dari berbagai macam. Pada umumnya, jenis batuan ada tiga yaitu batuan beku, batuan sedimen atau batuan endapan dan batuan metamorf atau batuan malihan. Batuan beku yaitu batuan yang terbentuk karena  pembentukan magma dan lava yang membeku. Batuan sedimen atau batuan endapan adalah batuan yang terbentuk karena pengendapan atau hasil pelapukan dan pengikisan batuan yang dihanyutkan oleh air atau terbawa oleh tiupan angin kemudian endapan ini menjadi keras karena tekanan atau ada zat yang merekat pada bagian – bagian endapan tersebut. Batuan metamorf atau batuan malihan yaitu batuan yang berasal dari batuan sedimen dan batuan beku yang mengalami perubahan karena panas dan tekanan. Namun, Hajar Aswad bukan salah satu dari jenis batuan tersebut. Bukan pula menjadi bagian dari batu akik yang sekarang sedang menjadi pusat perhatian banyak orang.

Hajar Aswad merupakan batu pemimpin atau batuan pimpinan dari berbagai macam batu di dunia. Seperti manusia, manusia terdiri dari berbagai suku, bangsa, rasa dan bahasa. Namun manusia memilki satu pimpinan yang mulia yaitu Nabi Muhammad SAW. Begitu pula dengan batu atau batuan. Batu didunia ini tidak hanya sekedar berdiri sendiri tanpa adanya pemimpin. Mereka memiliki batu pimpinan yaitu Hajar Aswad. Hajar Aswad memiliki sebuah keistimewaan yang tak dimiliki oleh batuan lain didunia. Persepsi Hajar Aswad adalah batu hitam kita hilangkan menjadi batu pemimpin atau batu pimpinan. Karena jika kita masih memaknai Hajar Aswad sebagai batu hitam, Hajar Aswad tersebar diseluruh dunia.

Beginilah penjelasannya, kita tidak bisa menafsirkan sebuah bahasa asing hanya melalui arti per kosa kata, terlebih bahasa itu berasal dari bahasa Arab. Bahasa Arab mempunyai berbagai macam kaidah yang memiliki arti berbeda. Jika kita mengambil kaidah yang tidak sesuai maka akan terjadi kesalahan dalam memahami makna bahasa. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui arti mendalam mengenai Hajar Aswad melalui kaidah nahwu – shorof yang ada dalam tata bahasa Arab supaya persepsi tentang Hajar Aswad yang selama ini kita artikan batu hitam berubah menjadi arti Hajar Aswad yang sesungguhnya.

Secara bahasa Hajar Aswad berasal dari dua kata bahasa Arab yaitu Hajar dan Aswad. Dalam kamus Almunawwir, kata Hajar berarti batu dan kata Aswad berarti hitam. Jika kedua kata tersebut digabungkan menjadi sebuah nama, maka bisa diartikan sebagai batu hitam. Arti istilah itu memang sudah sangat umum dan sudah begitu dikenal oleh masyarakat seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia atau Asia Tenggara saja tetapi seluruh penjuru dunia. Namun pemaknaan tersebut belum tepat pada arti Hajar Aswad yang sesungguhnya.

Dalam tata bahasa Arab, Hajar memang diartikan sebuah batu atau batuan. Namun, Aswad bukan diartikan sebagai salah satu nama warna melainkan sebagai Isim Tafdhil. Wazan dari Isim Tafdhil yaitu Af’alu. Isim Tafdhil mempunyai arti lebih atau paling. Sebagai contoh Jayyidun mengikuti wazannya maka Ajwadun. Jayyidun yang berarti baru menjadi paling baru. Kita ambil kata Sayyidun yang artinya bagus mengikuti wazan Aswadun kemudian berubah artinya menjadi lebih bagus atau paling mulia atau dengan kata lain diartikan sebagai pemimpin. Jadi Arti Hajar Aswad bukan sekedar batu hitam tetapi batu pemimpin atau batu yang mulia.

 

#NulisRandom2017

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s